Kamis, 08 November 2018

                                EKONOMI
Di akhir tahun 2015 lantas Indonesia serta semua anggota
beberapa negara di ASEAN sah menetapkan MEA atau Penduduk
Ekonomi Asean yang mempunyai tujuan untuk tingkatkan
stabilitas ekonomi di beberapa negara ASEAN dan jadi lokasi
dengan ekonomi yang kuat.
Di akhir 2015 semua beberapa negara ASEAN akan alami saluran
bebas barang, layanan, investasi dan tenaga kerja terdidik. Hal itu
tentu saja bisa menjadi rintangan buat tenaga kerja Indonesia
sebab mesti berkompetisi dengan tenaga kerja asing yang bebas
bekerja di Indonesia sejak diresmikan MEA. Hal seperti ini tentu
saja mesti telah disiapkan supaya SDM tenaga Indonesia bisa
berkompetisi dengan orang asing.
Tidak bisa disangkal jika SDM di Indonesia belumlah rata
termasuk juga untuk beberapa pencari kerja yang notabene
adalah kelompok umur produktif. Hal itu begitu disayangkan
ditambah dengan tidak diberlakukannya harus Bhs Indonesia
buat tenaga asing yang bekerja di Indonesia pasti akan membuat
tenaga kerja dalam negeri makin terancam posisinya.
Coba lihat saja seperti di Filipina serta Malaysia, penduduk dari
sana begitu fasih berbahasa inggris sebab bhs inggris juga
jadikan bhs nasional. Berlainan dengan Indonesia yang cuma
mempunyai satu bhs. Hal seperti ini benar-benar mencemaskan
sebab kunci kesuksesan kerja juga didasarkan dengan sebaiknya
komunikasi antar team.
Oleh karenanya, bila tenaga kerja serta calon tenaga kerja
Indonesia tidak dapat berbahasa Inggris jadi hal itu akan
menyusahkan dianya serta jadikan Indonesia dikuasai oleh
tenaga kerja asing.
Dengan diberlakukannya MEA jadi efek positifnya ialah peluang
Indonesia untuk berkompetisi dengan negara tetangga dalam
bidang ekonomi makin kuat sebab Indonesia mempunyai sumber
daya alam yang melimpah ruah. Oleh karenanya bila hal seperti
ini di dukung oleh tenaga kerja dalam negeri yang kompeten
maka membuat Indonesia jadi negara yang kuat dalam bidang
ekonomi baik di ASEAN ataupun dalam dunia.
                            PENDIDIKAN
Belakangan ini skema pendidikan di Indonesia alami satu
pergantian yang demikian berarti. Pergantian itu berkaitan
dengan kurikulum yang digerakkan dii dunia pendidikan di
Indonesia. Di mana, kurikulum 2006 yang lama dipakai ditukar
dengan kurikulum 2013. Walau tidak semua sekolah
memakainya, akan tetapi kurikulum ini masih berjalan
sebagimana harusnya.
Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan pada beberapa
peluang menuturkan jika, kurikulum 2013 diprioritaskan pada
sekolah berstandar Internasional atau sekolah-sekolah yang
memiliki akreditasi A, yang biasa dimaksud dengan Rintisan
Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Prasyarat ketercapainya
distribusi buku juga jadi prasyarat pada sekolah yang melakukan
kurikulum 2013.
Kemendikbud juga menuturkan jika kurikulum 2013 ini
konsentrasi pada pembangunan sikap, ketrampilan,
pengetahuan, ciri-ciri yang berdasar pada pendekatan ilmiah atau
scientific approach. Selain itu, kurikulum 2013 juga
mengutamakan pada jalinan pada evaluasi pada perasaan sukur
atas pemberian Tuhan Yang Maha Esa pada manusia menjadi
pengelola alam seputar.
Terutamanya menunjuk pada evaluasi yang di awalnya dengan
memerhatikan, menalar, menanya serta coba atau mencipta.
Menjadi wakil Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Musliar
Kasim berasumsi, jika Kurikulum 2013 ini lebih menonjolkan
praktik diabnding hafalan.
Sebab sampai kini, peserta didik banyak ditanggung hafalan,
yang bahkan juga di rasa kurang tingkatkan kreatifitas.
Terdapatnya kurikulum 2013 ini, pemerintah ingin cetak anak
bangsa Indonesia yang kreatif, produktif serta afektif. Pada
kurikulum 2013 massing-masing dari peserta didik dibuat supaya
memiliki pengetahuan, sikap, serta ketrampilan.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Meutia Hatta
mengutarakan jika kurikulum 2013 mempunyai tujuan untuk
membuat ciri-ciri generasi berkualitas, cinta pada tanah air serta
bangsanya. Selain itu kurikulum 2013 juga mengutamakan pada
peranan aktif siswa dalam proses belajar mengajar, hingga
generasi yang lahir masih mempunyai kualitas serta jati diri
menjadi bangsa Indonesia.
Namun, nyatanya banyak juga penduduk yang menampik
berlakunya kurikulum 2013. Pergantian pada kurikulum ini
dipandang begitu di paksakan serta mendadak. Justru ada yang
memandang kurikulum ini kurang konsentrasi karena
memadukan dua mata pelajaran yang memiliki intisari inti
berlainan. Meskipun dibuat lebih simpel mata pelajaran yang
akan di ajarkan, akan tetapi tingkat pandangan serta
pengetahuan yang dipunyai oleh peserta didik akan makin
menyusut sebab materi itu tidak dipelajari dengan utuh, tetapi
dengan terpisah-pisah hingga membuat peserta didik jadi
bingung.